Wayang Kulit Jadi Jembatan Polri dan Rakyat, Polda Kaltim Rangkul Budaya dan UMKM

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto Bersama Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustafa saat Konferensi Pers di Ruang Rupatama Lantai 3 Polda Kaltim, pada Rabu (4/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto Bersama Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kaltim, AKBP Musliadi Mustafa saat Konferensi Pers di Ruang Rupatama Lantai 3 Polda Kaltim, pada Rabu (4/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur (Kaltim) memilih wayang kulit sebagai medium untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. 

 

Melalui pagelaran bertajuk Polri untuk Masyarakat dengan lakon Semar Bangun Kayangan, Polri tidak hanya menghadirkan hiburan budaya, tetapi juga menyampaikan pesan moral, kebersamaan, dan keberpihakan pada rakyat.

 

Pagelaran wayang kulit ini akan digelar pada Jumat malam, 13 Februari 2021, mulai pukul 19.30 Wita di BSCC/Dome Balikpapan. Dalang yang tampil adalah Ki Bayu Aji, putra dari maestro wayang kulit nasional Ki Anom Suroto.

 

Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan wayang dipilih karena sarat nilai filosofis yang relevan dengan peran Polri di tengah masyarakat.

 

“Wayang mengajarkan keadilan, integritas, kesetiaan, dan daya tahan. Dalam lakon ini ada simbol garam, yang menggambarkan kebijaksanaan Polri dalam menjaga keseimbangan dan harmoni kehidupan bermasyarakat,” ujar Yuliyanto, pada Rabu (4/2/2026), saat Konferensi Pers, di Ruang Rupatama Lantai 3 Polda Kaltim.

 

Menurutnya, Polri dalam cerita wayang juga diibaratkan sebagai kesatria yang bertugas melawan kejahatan dan menjaga ketertiban, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

 

“Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mendengar, melindungi, dan melayani dengan hati,” katanya.

 

Selain pertunjukan budaya, kegiatan ini juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial. Acara akan dimeriahkan oleh sinden Niken Salindry, Gareng Semarang, serta Cipet Banjar Masak, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

 

Panitia turut menyiapkan berbagai door prize menarik, termasuk hadiah utama paket umrah untuk dua orang, serta hadiah lain seperti sepeda motor, sepeda, televisi, telepon genggam, hingga voucher belanja. Pembagian door prize akan dilakukan langsung di lokasi acara.

Baca Juga :  Andi Faizal Sofyan Hasdam Pimpin KKSS Bontang 2025–2030, Dikukuhkan Bergelar Adat Gowa

 

Tak hanya itu, Polda Kaltim juga melibatkan pelaku UMKM lokal dengan menyediakan stan di sekitar area pertunjukan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memberi ruang promosi bagi pelaku usaha kecil.

 

Polda Kaltim juga akan mengundang berbagai komunitas lintas budaya di Kalimantan Timur guna memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman.

 

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro mengajak masyarakat untuk bersama-sama meramaikan acara tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya bangsa.

 

“Wayang kulit adalah warisan budaya dunia. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat untuk menjaga, melestarikan, dan menjadikannya sebagai perekat kebersamaan,” ujarnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.