Menurutnya, simulasi ini memiliki peran strategis dalam melatih keterampilan teknis, kesiapsiagaan, serta komunikasi antarpihak dalam menghadapi potensi kondisi darurat di jalur distribusi energi.
“Melalui simulasi ini, kami memastikan setiap unsur memahami peran, tanggung jawab, serta prosedur penanganan insiden agar respons di lapangan dapat berjalan cepat, tepat, dan aman,” tambahnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga keselamatan operasional dan keandalan distribusi bahan bakar minyak (BBM).
Menurut Edi, latihan bersama seperti simulasi OKD menjadi sarana efektif untuk meningkatkan koordinasi, komunikasi, serta kecepatan respons seluruh pihak terkait, sehingga penanganan dapat dilakukan secara terukur apabila terjadi kondisi darurat yang sebenarnya.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berencana menggelar simulasi serupa sepanjang 2026 di sejumlah lokasi, antara lain Integrated Terminal Pontianak, Integrated Terminal Banjarmasin, dan Integrated Terminal Samarinda.
Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berharap dapat terus meningkatkan kesiapsiagaan personel, memperkuat sinergi antarinstansi, serta memastikan penanggulangan insiden berjalan lebih cepat, aman, dan efisien di seluruh wilayah operasional Kalimantan. (*)





