Muhran juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan sementara jembatan.
“Atas nama pemerintah daerah, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Penutupan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan aspek keamanan, keselamatan, serta kelayakan struktur jembatan yang merupakan aset publik,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengujian tidak hanya dilakukan pada satu titik, melainkan mencakup beberapa bagian struktur, termasuk pilar yang sebelumnya terdampak tabrakan.
Meski hasil pengujian sebelumnya menunjukkan bahwa kondisi jembatan masih dalam keadaan aman dan layak, pihaknya tetap menerapkan prinsip kehati-hatian mengingat insiden tabrakan telah terjadi berulang kali.
“Berdasarkan hasil pengujian awal, secara teknis jembatan dinyatakan aman. Namun, karena kejadian tabrakan telah terjadi hingga tiga kali, kami merasa perlu melakukan verifikasi ulang guna memastikan kondisi struktur tetap memenuhi standar keselamatan,” pungkasnya.





