Melalui pendekatan partisipatif, warga diharapkan mampu menciptakan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi kelestarian alam.
Salah satu contoh konkret yang akan didorong di Kelurahan Muara Rapak adalah pengelolaan sampah organik rumah tangga. Bima menyebut, masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik dengan membuat komposter sederhana di rumah, menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh.
“Hasil dari komposter tersebut nantinya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman toga di rumah. Selain mengurangi volume sampah, ini juga mendukung ketahanan pangan keluarga dan lingkungan yang lebih sehat,” jelasnya.
Meski demikian, Bima menambahkan bahwa teknis pelaksanaan program masih akan dibahas lebih lanjut bersama warga, lembaga kemasyarakatan, serta pihak terkait lainnya. Diskusi lanjutan diperlukan, agar program dapat berjalan efektif dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat setempat.
Ia berharap, melalui program “Masyarakat Bijak Mengelola Alam”, kesadaran kolektif warga Muara Rapak terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Dengan semangat kebersamaan, Bima menekankan pesan sederhana namun bermakna yakni “Kita jaga alam, alam jaga kita.”
Selaras dengan Camat Balikpapan Utara, Umar Adi menganggap bahwa program tematik Mas BIMA yang diusung Kelurahan Muara Rapak sesuai dengan penguatan yang ada di wilayah tersebut, dalam hal ini berbasis lingkungan, salah satunya penguatan kampung proklim, penguatan pengolahan sampah dan kedepan targetnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) di Kecamatan Balikpapan Utara. (*)





