Jembatan Mahulu Kembali Dibuka Setelah Evaluasi Struktur Awal

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Portal pembatasan di Jembatan Mahulu akan dibuka kembali. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Portal pembatasan di Jembatan Mahulu akan dibuka kembali. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) di Samarinda kembali dapat dilalui masyarakat mulai Sabtu (31/1/2026). 

 

Akses lalu lintas dijadwalkan dibuka pukul 13.00 WITA setelah serangkaian pemeriksaan awal menunjukkan kondisi jembatan masih berada dalam batas aman.

 

Keputusan tersebut diambil usai dilakukannya evaluasi geometrik secara visual terhadap struktur jembatan, menyusul insiden tabrakan tongkang yang terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu berdekatan. 

 

Dari hasil penilaian sementara, tidak ditemukan indikasi perubahan signifikan yang berpotensi membahayakan konstruksi utama jembatan.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PERA Kalimantan Timur, Muhammad Muhran, menyampaikan bahwa pengujian dilakukan pasca insiden terakhir dengan fokus pada sejumlah elemen krusial, mulai dari pilar, lantai jembatan, hingga sambungan struktur utama.

 

“Setelah tabrakan ketiga, kami melaksanakan uji geometri. Berdasarkan pemeriksaan visual, posisi pilar masih tegak lurus dan berada dalam batas toleransi yang diperkenankan. Expansion joint juga terpantau masih rata tanpa adanya perubahan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, pembukaan kembali portal pembatas kendaraan di Jembatan Mahulu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, terutama terkait distribusi barang dan aktivitas logistik yang sebelumnya sempat terhambat akibat pembatasan akses.

 

Menurut Muhran, Jembatan Mahulu memiliki peran strategis sebagai salah satu jalur utama penopang aktivitas perekonomian di Kota Samarinda dan wilayah sekitarnya.

 

“Pembukaan portal ini kami lakukan demi kepentingan masyarakat secara luas. Jalur ini merupakan bagian penting dari arus logistik, sehingga diharapkan roda perekonomian dapat kembali berjalan normal,” jelasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.