Meski demikian, ia menegaskan bahwa aspek kehati-hatian tetap menjadi perhatian utama. Secara teknis, kendaraan dengan muatan di atas delapan ton sejatinya belum sepenuhnya direkomendasikan melintas hingga seluruh rangkaian pengujian lanjutan selesai dilakukan.
“Pada prinsipnya, kendaraan dengan beban lebih dari delapan ton belum kami rekomendasikan. Namun dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, akses dibuka sementara dengan tetap mengedepankan keselamatan jembatan,” katanya.
Muhran menambahkan, pemeriksaan yang telah dilakukan sejauh ini masih terbatas pada uji geometrik visual dan belum mencakup pengujian teknis mendalam, seperti uji dinamik maupun Non-Destructive Test (NDT), yang diperlukan untuk memastikan kondisi struktur internal jembatan.
“Pengujian lanjutan tetap akan kami lakukan, mengingat ini merupakan tabrakan ketiga. Uji dinamik dan NDT diperlukan untuk memastikan kondisi struktur jembatan benar-benar aman dan layak,” tegasnya.
Ia menyebutkan, tim teknis penguji saat ini masih berada di luar daerah dan dijadwalkan tiba di Samarinda dalam beberapa hari ke depan.
“Tim penguji baru kami konfirmasi sedang menyelesaikan pekerjaan di Ambon. Mudah-mudahan besok atau paling lambat hari Senin pengujian dapat dilaksanakan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan uji dinamik dan NDT nantinya, akses Jembatan Mahulu diperkirakan akan kembali ditutup sementara dengan durasi sekitar empat jam, sebagaimana skema pemeriksaan sebelumnya.
“Pada saat pengujian berlangsung, jembatan akan ditutup sementara, kurang lebih selama empat jam,” tuturnya.
Untuk sementara waktu, setelah portal dibuka siang ini, Jembatan Mahulu kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Mulai pukul 13.00 WITA hari ini, jembatan dibuka untuk umum,” pungkasnya. (*)





