“Rekan-rekan dari Pekerjaan Umum menyampaikan kekhawatiran serius. Hingga saat ini, mereka belum dapat menjamin keamanan jembatan apabila masih dilalui kendaraan bertonase berat sebelum dilakukan pengujian lanjutan. Oleh karena itu, penutupan dipercepat demi keselamatan pengguna jalan,” jelas Yusliando.
Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kaltim telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan berat ke Jembatan Mahakam IV atau Jembatan Kembar.
Selain itu, pemberlakuan jam operasional akan dibatasi mulai pukul 22.00 WITA hingga 05.00 WITA dengan sistem buka-tutup secara bergantian.
Untuk mengurangi potensi penumpukan kendaraan, pemerintah juga menyiapkan kantong parkir sementara di kawasan Palaran dan Jalan Sutami sebagai lokasi menunggu bagi kendaraan berat sebelum diperbolehkan melintas.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan uji dinamik serta Non-Destructive Test (NDT) ulang guna memastikan kondisi struktur jembatan pasca insiden terbaru.
“Tabrakan yang terjadi untuk ketiga kalinya membuat kami tidak berani mengambil risiko. Saat ini, hanya kendaraan roda empat ke bawah yang diizinkan melintas.

Rencananya, pada Sabtu mendatang tim penguji akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap pondasi dan struktur jembatan,” ungkap Muhran.
Ia menegaskan bahwa pemasangan portal bersifat sementara. Apabila hasil pengujian dalam waktu satu pekan ke depan menunjukkan kondisi jembatan aman, maka akses bagi kendaraan berat akan kembali dibuka seperti semula.
“Jembatan Mahulu merupakan salah satu urat nadi perekonomian Samarinda. Kami mengharapkan kesabaran masyarakat agar tidak terjadi risiko yang lebih besar,” tutupnya. (*)







