“Korban berada di bagian tengah kapal dan terjepit kendaraan kecil, sehingga membutuhkan penanganan khusus dan memastikan kondisi kapal aman,” kata Topan.
Untuk mencegah risiko lebih besar, area pelabuhan terlebih dahulu disterilkan. Aparat gabungan mengamankan lokasi mengingat kondisi kapal yang miring berpotensi membahayakan keselamatan petugas maupun material.
“Setelah area dinyatakan aman, kendaraan di dalam kapal akan dikeluarkan satu per satu untuk mengurangi beban agar kemiringan kapal tidak bertambah,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Pelabuhan Semayang Balikpapan, AKP Hari Purnomo, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Penyebab kejadian masih kami dalami. Saat ini fokus utama adalah pengamanan lokasi dan kelancaran proses evakuasi,” ujarnya.

Terkait status operasional kapal, Harri menyebutkan belum ada keputusan apakah Dharma Kartika IX akan ditahan atau diizinkan kembali berlayar. “Kami menunggu perkembangan dan hasil penyelidikan lebih lanjut,” katanya.
Diketahui, kapal feri Dharma Kartika IX seharusnya tiba di Pelabuhan Semayang sekitar pukul 02.00 Wita, namun baru bersandar sekitar pukul 06.00 Wita. Kondisi kapal miring baru diketahui setelah kapal berada di dermaga.
Proses evakuasi korban yang diduga meninggal dunia masih menunggu kondisi kapal dinyatakan aman, sementara aparat gabungan terus berjaga di lokasi kejadian dan mempersiapkan untuk melakukan evakuasi penumpang yang terjepit. (*)







