BorneoFlash.com, SAMARINDA — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menghadirkan insinerator sebagai alternatif pengelolaan sampah modern belum dapat segera diwujudkan.
Meskipun pembangunan fisik fasilitas dan sebagian besar perangkat mesin telah diselesaikan, sejumlah prasyarat penting dinilai masih belum memungkinkan insinerator dioperasikan dalam waktu dekat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, menyampaikan bahwa secara konstruksi, seluruh bangunan insinerator telah rampung sepenuhnya.
Dari sepuluh unit yang direncanakan, delapan unit sudah selesai dirakit dan siap memasuki tahap pengujian awal, sementara dua unit lainnya masih dalam proses perakitan di kawasan Handil Bakti dan Simpang Pasir.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa kesiapan bangunan dan mesin belum menjadi jaminan fasilitas tersebut dapat langsung digunakan. Menurutnya, operasional insinerator harus ditopang oleh infrastruktur pendukung yang aman dan layak.
“Dari sisi fisik dan peralatan, kami sudah mendekati siap. Namun, pengoperasian tidak dapat dilakukan apabila aspek keselamatan dan infrastruktur pendukung belum terpenuhi,” ujar Suwarso, pada Selasa (27/1/2026).
Salah satu hambatan utama, lanjutnya, adalah kondisi akses jalan menuju lokasi insinerator. Jalan penghubung dari jalur utama ke masing-masing titik memiliki panjang yang berbeda-beda, mulai dari puluhan hingga ratusan meter, dengan kualitas yang belum seluruhnya memadai untuk dilalui kendaraan pengangkut sampah bertonase besar.





