Orang nomor satu di Pemkab Kutim itu juga meminta kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik untuk menjaga integritas dengan menghindari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), meningkatkan profesionalisme sesuai regulasi serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas hak pribadi.
Selain itu, ia mendorong percepatan transformasi digital dalam pelayanan publik hingga penguatan kolaborasi sesama perangkat daerah.
“Jadilah pejabat yang berintegritas dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Ingat bahwa jabatan bukanlah hak, melainkan amanah untuk melayani. Saya juga mendorong penerapan teknologi informasi agar sejalan dengan semangat reformasi tata usaha,” tegasnya.
Pria kelahiran 5 Februari 1964 itu berharap. Para pejabat menjadi teladan dan disiplin dalam etika kerja.
Mengingat tantangan daerah yang semakin kompleks, pihaknya meminta pengelolaan anggaran daerah dilakukan secara efektif, efisien dan akuntabel demi pembangunan yang berkeadilan di bidang infrastruktur, pendidikan hingga ekonomi kerakyatan.
“Saya berharap saudara dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta mewujudkan cita-cita pembangunan Kutai Timur yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*/kutaitimurkab.go.id)





