Basuki Hadimuljono Tegaskan Peran Masyarakat Dayak sebagai Pilar Pembangunan IKN

oleh -
Editor: Ardiansyah
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membuka agenda Mubes Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) VII di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, pada Sabtu (24/1/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membuka agenda Mubes Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) VII di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, pada Sabtu (24/1/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

Ketua Umum PDKT, Syaharie Jaang, menilai kehadiran IKN sebagai peluang strategis bagi masyarakat Dayak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional.

 

“Dengan berpindahnya ibu kota ke Nusantara di Kalimantan, sesuai tema hari ini—mewujudkan Dayak berkualitas menuju Indonesia Emas—kita harus menyiapkan diri. Tanpa pendidikan, kita akan terpinggirkan. Tanpa kualitas, kita tidak akan berarti di daerah kita sendiri,” tegas Jaang.

 

Agenda ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas terselenggaranya Mubes PDKT sebagai ruang penguatan peran masyarakat adat.

 

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi setinggi-tingginya PDKT atas penyelenggaraan musyawarah besar ini. Kita semua mengetahui bahwa Dayak merupakan salah satu etnis yang sejak awal menjadi bagian penting dari Kalimantan Timur,” ujar Seno Aji.

Mubes Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) VII di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, pada Sabtu (24/1/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Mubes Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) VII di Multifunction Hall Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, pada Sabtu (24/1/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN

Musyawarah Besar PDKT ke-VII dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan komunitas Dayak dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

 

Melalui forum ini, Otorita IKN kembali menegaskan komitmennya membangun Nusantara secara inklusif dan berkeadilan, dengan menempatkan masyarakat adat sebagai aktor utama—bukan sekadar penonton—dalam pembangunan. Penguatan kualitas sumber daya manusia dan pelibatan aktif masyarakat lokal menjadi fondasi sosial menuju Ibu Kota Nusantara yang berkelanjutan pada 2028. (*/Humas Otorita IKN)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.