Kolonel Dody menjelaskan, lokasi penemuan berada di coakan tebing yang menjadi aliran air saat hujan, sehingga menyulitkan proses evakuasi.
“Lokasinya di jurang pegunungan, sehingga diperlukan teknik khusus untuk mengangkat jenazah,” ujarnya.
Tangis Haru Pecah Saat Korban Terakhir Diumumkan
Suasana haru menyelimuti Posko SAR Gabungan saat Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengumumkan penemuan korban terakhir. Ia tak kuasa menahan air mata ketika menyampaikan kabar tersebut kepada awak media.
“Pada pukul 09.16 Wita, alhamdulillah korban ditemukan. Paket 10 sudah ditemukan dan saat ini dalam proses evakuasi,” ucapnya terbata-bata.
Andi Sultan menegaskan keberhasilan operasi SAR merupakan hasil kerja sama seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah desa, hingga relawan dan sejumlah perusahaan.
“Kita selalu menyebutnya tim SAR gabungan, karena semua unsur bekerja bersama,” katanya.

3 Jenazah Teridentifikasi, 7 Masih Proses DVI
Dari total 10 korban, tiga jenazah telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri di RS Bhayangkara Makassar.
Tiga korban tersebut yakni pramugari Florencia Lolita Wibisono, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana, serta pramugari Esther Aprilita S (26).
“Kantong jenazah PM 62B.04 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis,” ujar Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris.







