Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan AI, terutama di ruang digital. Ia menjelaskan AI menyajikan informasi berdasarkan data yang diunggah oleh pengguna. Karena itu, kebenaran informasi sangat bergantung pada kualitas sumbernya.
Dalam kebijakan pendidikan, Abdul Mu’ti menyampaikan pemerintah mulai memperkenalkan pembelajaran AI dan coding di sekolah dasar kelas V sebagai mata pelajaran pilihan.
Pemerintah menerapkan kebijakan tersebut secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan guru dan sekolah.
Ia menegaskan pendidikan harus menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan. Menurut dia, guru tetap berperan penting dalam membimbing peserta didik, menanamkan nilai, dan membentuk karakter.
“Modal manusia dan sisi kemanusiaan tidak boleh dilepaskan dalam konteks AI,” ujarnya. (*)







