“Kami sampaikan bahwa Balikpapan bukan lagi kota tambang. Kami adalah kota MICE yang mendorong pariwisata dan potensi lokal. Kami juga perkenalkan berbagai kerajinan daerah, salah satunya manik-manik khas Kalimantan,” jelasnya.
Saat ini, Balikpapan memiliki sekitar 80 destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari wisata bahari, wisata alam, hingga kawasan konservasi seperti Mangrove Center yang kerap menjadi tujuan wisatawan mancanegara. Sementara wisatawan domestik juga dimanjakan dengan pusat perbelanjaan modern.
“Ke depan, wisata alam dan bahari akan terus kami tingkatkan. Terlebih Balikpapan merupakan kota terdekat dengan Ibu Kota Nusantara. Ini menjadi karunia besar yang dapat menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM,” katanya.

Menurut Bagus, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD), seiring dengan meningkatnya kunjungan wisata dan kegiatan berskala nasional maupun internasional.
“Kami berharap Ibu Sruning berkesan dengan Balikpapan. Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan ini dan berharap di lain waktu bisa kembali datang ke Balikpapan,” pungkasnya. (*)






