BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memantapkan langkah menuju smart city dengan menjadikan transformasi digital sebagai tulang punggung pelayanan publik.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tidak hanya berorientasi pada sistem pemerintahan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurut Bagus, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Balikpapan kini telah menerapkan aplikasi berbasis digital dan sistem layanan daring. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang cepat, transparan, dan terintegrasi.
“Smart city kami terapkan melalui digitalisasi layanan. Saat ini setiap OPD sudah menggunakan sistem online, sehingga pelayanan bisa diakses masyarakat dengan lebih mudah dan efisien,” ujarnya saat podcast Perayaan HUT ke 15 Balikpapan TV, pada Kamis (22/1/2026).
Salah satu wujud konkret dari konsep kota cerdas tersebut adalah integrasi layanan perizinan. Meski Balikpapan telah memiliki Mal Pelayanan Publik, masyarakat tidak lagi diwajibkan datang langsung ke kantor pemerintahan. Sebanyak 104 jenis perizinan kini dapat diakses secara daring dan terhubung antar-OPD.
“Perizinan sudah terintegrasi penuh. Masyarakat bisa mengurus izin dari mana saja tanpa harus datang ke kantor, ini bagian dari smart governance,” jelasnya.
Konsep smart city di Balikpapan, lanjut Bagus, juga menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.





