Program BPJS Kesehatan kelas III gratis yang telah berjalan selama lima tahun menjadi contoh pemanfaatan kebijakan berbasis data dan kebutuhan warga.
Selain itu, pemerintah kota juga memberikan seragam sekolah gratis bagi siswa PAUD, SD, dan SMP, subsidi SPP bagi sekolah swasta serta menyalurkan beasiswa pendidikan.
Program-program tersebut akan terus dipertahankan sebagai investasi jangka panjang bagi generasi Balikpapan. “Smart city bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana kebijakan tepat sasaran dan menyentuh langsung masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Bagus mengakui masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait penanganan banjir dan pemenuhan layanan air bersih.
Pemkot Balikpapan telah menyiapkan master plan penanganan banjir serta program penguatan air bersih yang dirancang untuk dilaksanakan dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, ketertiban, dan kondusivitas kota. Menurutnya, stabilitas dan keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung Balikpapan sebagai kota industri dan lokasi proyek strategis nasional.
“Smart city tidak akan terwujud tanpa partisipasi warga. Menjaga lingkungan dan ketertiban adalah bagian dari kecerdasan kota itu sendiri,” terang Bagus.







