BorneoFlash.com, BEIJING – Kementerian Kesehatan RI dan Xuzhou Medical University, Jiangsu, China, menyepakati pembentukan Laboratorium Bersama China–Indonesia untuk Kedokteran Digital dan Kesehatan Proaktif melalui penandatanganan Memorandum of Agreement. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavius menyaksikan langsung penandatanganan tersebut.
Benjamin menyatakan kerja sama ini memperkuat pengembangan sistem kesehatan digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan medis untuk meningkatkan kualitas serta akses layanan kesehatan di Indonesia. Kesepakatan ini menindaklanjuti Nota Kesepahaman Indonesia–China di bidang kesehatan dan standardisasi medis yang kedua pemerintah tandatangani pada November 2024 di Beijing.
Dalam kunjungan kerja ke China pada Januari 2026, Benjamin memperkuat kolaborasi riset kesehatan, sistem informasi kesehatan, teknologi AI medis, pendidikan, serta standardisasi alat kesehatan. Delegasi Indonesia juga meninjau penerapan AI di layanan kesehatan primer dan pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler.
Benjamin menegaskan seluruh kerja sama internasional di bidang kesehatan mengedepankan alih teknologi, penguatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan. (*)







