Menurutnya, pembinaan atlet menembak tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan harus didukung melalui kejuaraan yang terprogram, sistem pelatihan berkelanjutan, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
“Perlu sinergi yang kuat antara Pemerintah Kota Balikpapan, KONI, pengurus cabang olahraga, dan dunia usaha. Atlet membawa nama daerah, sehingga pembinaannya menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Cabang olahraga menembak dinilai memiliki posisi strategis dalam peta prestasi olahraga Balikpapan.
Hal tersebut tercermin dari keberhasilan Balikpapan meraih gelar juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Provinsi Kalimantan Timur ke-17 tahun 2025, di mana Perbakin menjadi salah satu penyumbang medali utama.

“Capaian ini membuktikan bahwa olahraga menembak merupakan lumbung prestasi Balikpapan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana mempertahankan konsistensi dan meningkatkan kualitas atlet,” tambah Adamin.
Dibukanya Muskot Perbakin Balikpapan, Pemerintah Kota berharap forum ini menghasilkan kepengurusan yang visioner dan berkomitmen kuat, dalam mendukung pembinaan olahraga prestasi, sejalan dengan visi Balikpapan sebagai kota global yang nyaman dan berdaya saing. (*)





