Kapal tersebut dinilai menjadi simbol kemajuan industri pertahanan nasional sekaligus bukti kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan laut.
“KRI HIU-634 ini termasuk kapal yang relatif baru, dibuat tahun 2000, dan merupakan produksi BUMN PT PAL. Ini menunjukkan kemampuan teknologi alutsista nasional dalam menjaga keamanan negara,” jelas Bagus.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kekompakan, persatuan, dan kesatuan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sementara itu, Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, menuturkan bahwa pemilihan Teluk Balikpapan sebagai lokasi tabur bunga memiliki makna historis yang sangat kuat.
“Upacara tabur bunga ini bertujuan memperingati Hari Dharma Samudera setiap 15 Januari, sebagai penghormatan atas gugurnya Komodor Yos Sudarso. Teluk Balikpapan sendiri memiliki nilai sejarah besar bagi TNI Angkatan Laut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, di perairan Teluk Balikpapan pernah terjadi peristiwa tenggelamnya KRI Hang Tuah setelah diserang pesawat pemberontak Permesta. Sejarah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa yang patut dikenang.
“Tadi sejarah ini juga kami sampaikan kepada Bapak Wakil Wali Kota. Ke depan, peristiwa ini akan kita angkat bersama sebagai salah satu sejarah penting Kota Balikpapan. Karena keberadaan kita saat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalu,” pungkas Kolonel Topan.
Melalui peringatan Hari Dharma Samudera ini, semangat pengorbanan para pahlawan laut diharapkan terus hidup dan menjadi landasan bagi generasi sekarang dalam menjaga persatuan, kedaulatan, dan pembangunan bangsa. (*)





