CSR Kontraktor Biayai Perbaikan Tempias Pasar Pagi, Pemkot Masih Tunggu Material

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Area lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak rembesan air hujan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Area lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak rembesan air hujan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda belum memulai perbaikan masalah tempias hujan di Pasar Pagi meskipun keluhan pedagang telah muncul sejak awal operasional. Penanganan belum dapat dilakukan lantaran kontraktor revitalisasi pasar belum menyerahkan contoh material penutup tambahan yang akan digunakan.

 

Pemkot menilai perbaikan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Selain harus efektif menahan tempias, material yang dipasang juga harus aman, sesuai standar teknis bangunan, serta tidak mengganggu estetika Pasar Pagi yang baru direvitalisasi.

 

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda, Nurrahmani atau yang akrab disapa Yama, menjelaskan bahwa persoalan tempias sebenarnya telah dikomunikasikan dengan pihak kontraktor sejak awal. Namun hingga kini, keputusan teknis belum bisa diambil karena sampel bahan yang dijanjikan belum diserahkan.

 

“Permasalahan tempias sudah kami sampaikan dan pada prinsipnya kontraktor menyatakan kesediaan untuk menangani. Akan tetapi, contoh material yang akan digunakan belum kami terima. Saya tidak dapat menetapkan pilihan sebelum melihat langsung bahan tersebut, karena nantinya juga akan kami ajukan kepada Wali Kota untuk diputuskan,” ujar Yama, pada Kamis (15/1/2026).

 

Untuk mempercepat pembahasan teknis, Disdag turut berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Berdasarkan informasi terakhir, PUPR memastikan bahwa contoh material akan disampaikan dalam waktu dekat.

 

“Sampai saat ini bahan tersebut belum kami terima. Informasi dari PUPR, dalam dua hingga tiga hari ke depan contoh material akan diserahkan,” jelasnya.

 

Selain sampel fisik, Pemkot juga meminta desain visual serta dokumentasi proyek serupa yang pernah diterapkan di lokasi lain. Langkah ini dilakukan agar solusi yang dipilih benar-benar efektif, tanpa mengorbankan sirkulasi udara maupun pencahayaan alami di area pasar.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-80 RI di IKN, Ribuan Pohon Ditanam dengan Metode Miyawaki

 

Sejumlah titik di bagian atas dan sisi bangunan diketahui menjadi lokasi yang paling sering terdampak tempias hujan. Karena itu, Pemkot tidak merencanakan penutupan permanen, melainkan memilih konsep peneduh yang bersifat fleksibel.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.