“Setelah api padam, kami langsung lakukan pendinginan. Saat ini kondisi sudah aman dan tidak ada potensi api kembali menyala,” jelas Usman.
Di tengah proses penanganan, sempat beredar kabar adanya seorang anak yang diduga tertinggal di dalam rumah. Namun informasi tersebut dipastikan tidak benar setelah dilakukan pengecekan di lapangan.
“Kabar itu sempat beredar, tapi setelah kami cek, anak tersebut dalam keadaan selamat dan sudah bersama orang tuanya,” tegasnya.
Usman mengakui, kondisi permukiman yang padat dan akses jalan yang sempit menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Mobil pemadam berukuran besar harus ekstra hati-hati saat mendekati lokasi kejadian.
“Wilayah ini cukup padat dan jalannya sempit, sehingga unit besar agak terkendala. Tapi berkat kerja sama semua pihak, kendala tersebut bisa diatasi,” tambahnya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. BPBD Balikpapan pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan permukiman padat, dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah berada dalam kondisi aman.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian bersama dalam mencegah kebakaran, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di lingkungan padat penduduk Kota Balikpapan. (*)








