Kondisi tersebut menjadikan ambulans air sebagai pilihan paling efektif dalam proses evakuasi pasien.
Jaya menilai, keberadaan armada ini sangat penting dalam mendukung sistem rujukan serta pelayanan kesehatan primer di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang memiliki karakteristik geografis sungai dan kepulauan.
“Dalam konteks wilayah dengan tantangan geografis tinggi, ambulans terapung merupakan elemen krusial untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan secara optimal,” ungkapnya.
Penyerahan ambulans terapung kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dilakukan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.
Prosesi tersebut berlangsung di Pelabuhan Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, pada Rabu (7/1), sebagai wujud komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat layanan dasar kesehatan di kawasan hulu Sungai Mahakam.
Selain Mahakam Ulu, Dinas Kesehatan Kaltim juga tengah memetakan sejumlah wilayah terluar lainnya yang berpotensi menerima bantuan serupa.
Kawasan kepulauan Derawan dan Maratua di Kabupaten Berau disebut masuk dalam daftar wilayah yang dipertimbangkan untuk pengadaan ambulans terapung pada tahap selanjutnya.





