“Dari tujuh perjanjian kerja sama ini, mayoritas pembangunan akan dimulai sekitar pertengahan 2026. Para pelaku usaha sudah mulai menyiapkan seluruh kebutuhan perizinan dan teknisnya,” jelas Roi.
Komitmen investasi ini juga disambut positif oleh para investor. Perwakilan PT Batara Maduma Prospernusa, Bob Yanuar, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk turut ambil bagian dalam pembangunan Nusantara.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami melihat langsung di bawah kepemimpinan Bapak Basuki, perkembangan dan kemajuan IKN sangat pesat dan menjanjikan,” ungkapnya.

Penandatanganan kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya peran serta sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur nasional, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara. Kerja sama tersebut juga berlandaskan Peraturan Menteri PPN Nomor 6 Tahun 2022 tentang tata cara kerja sama pemerintah dengan badan usaha.
Masuknya tujuh proyek investasi baru ini menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara. Otorita IKN pun berkomitmen untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan berkelanjutan, agar Nusantara tidak hanya tumbuh sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (*/Humas Otorita IKN)





