Otorita IKN Matangkan Pengelolaan APBN 2026, Siapkan Anggaran sebagai Mesin Pembangunan Nusantara

oleh -
Editor: Ardiansyah
Kegiatan pembekalan pengelolaan APBN Tahun Anggaran 2026 menghadirkan narasumber dari Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Tri Budhianto, yang menyampaikan pentingnya tata kelola APBN yang efektif dan akuntabel di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara, Pada Jumat (9/1/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
Kegiatan pembekalan pengelolaan APBN Tahun Anggaran 2026 menghadirkan narasumber dari Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu, Tri Budhianto, yang menyampaikan pentingnya tata kelola APBN yang efektif dan akuntabel di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara, Pada Jumat (9/1/2026). Foto: HO/Humas Otorita IKN
banner 300×250

“Kami melaksanakan arahan Menteri Keuangan untuk memberikan pelatihan kepada setiap kementerian dan lembaga terkait tata kelola serta percepatan penyerapan anggaran. Hal ini penting karena pengelolaan APBN akan dimonitor secara ketat,” tegasnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, Otorita IKN juga menghadirkan Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Tri Budhianto. Ia memaparkan peran strategis APBN sebagai instrumen utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.

 

“APBN bukanlah tujuan, melainkan alat untuk mencapai tujuan bernegara, termasuk prioritas dan target pembangunan sosial-ekonomi. APBN memiliki enam fungsi utama, yaitu fungsi legitimasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” jelasnya.

 

Tri Budhianto menegaskan bahwa APBN Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada delapan agenda prioritas Presiden RI Prabowo Subianto sebagai mesin pembangunan nasional. Prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan dan energi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan sektor pendidikan, percepatan investasi dan perdagangan global, penguatan pertahanan dan keamanan rakyat semesta, pembangunan desa, serta penguatan sektor kesehatan.

 

“Delapan prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto menjadi fokus kebijakan fiskal 2026, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, termasuk pemenuhan target pembangunan dalam program Asta Cita,” paparnya.

 

Melalui penguatan kapasitas aparatur dan penyelarasan kebijakan anggaran ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengelolaan APBN yang transparan, akuntabel, dan berdampak nyata. Setiap rupiah anggaran diarahkan untuk mempercepat pembangunan Nusantara sebagai fondasi kota masa depan Indonesia. (*/Humas Otorita IKN)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.