Hilirisasi Pertanian Berbuah Manis, Keripik Pisang Kepok Kutim Go Internasional

oleh -
Editor: Ardiansyah
Produk Keripik bermerek Kalbana dan FrutiBoks yang dihasilkan oleh kelompok warga asal Kecamatan Kaliorang Tembus hingga ke Pasar Benua Eropa. Foto: BorneoFlash/Ist
Produk Keripik bermerek Kalbana dan FrutiBoks yang dihasilkan oleh kelompok warga asal Kecamatan Kaliorang Tembus hingga ke Pasar Benua Eropa. Foto: BorneoFlash/Ist
banner 300×250

BorneoFlash.com, SANGATTA – Kekayaaan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak hanya sebatas tambang dan perkebunan yang selama ini dikenal oleh masyarakat luas. 

 

Namun lebih dari itu, sektor pertanian yang selama ini tidak banyak dilirik justru mampu membawa nama harum daerah ini hingga ke mancanegara.



Salah satunya dengan hadirnya produk komoditas Pisang Kepok yang sudah bertransformasi menjadi salah satu produk hilirisasi unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui karya yang sudah bisa mereka hasilkan. 

 

Dan tidak tanggung-tanggung produk yang dihasilkan berupa Keripik pisang yang sudah mampu menembus pasar Asia dan Eropa.



Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Nora Ramadhani mengatakan,  transformasi pertanian yang saat ini didorong oleh pemerintah daerah menjadi wujud nyata komitmen dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang turut melibatkan berbagai pihak, melalui sektor pertanian melalui hilirisasi produk lokal.



Pencapaian ini, menurut Nora menjadi salah satu tolak ukur terhadap kualitas yang dihasilkan oleh masyarakat Kutim terutama para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang mampu bersaing di pasar global. 

 

Hal itu bisa dibuktikan dengan hadirnya produk Keripik bermerek Kalbana dan FrutiBoks yang dihasilkan oleh kelompok warga asal Kecamatan Kaliorang ini hingga ke Benua Eropa diantaranya Belgia dan Belanda yang sudah dimulai sejak tahun 2024 lalu.



“Intinya kita mengatur pengalihan produknya. Jadi tidak hanya sekadar pisang kepok saja yang kita panen, tetapi pisang kepok itu sudah diolah menjadi keripik,” ujarnya.



Ke depan, Disperindag Kutim optimistis keberhasilan produk keripik pisang ini akan menjadi pintu masuk bagi komoditas lokal lainnya untuk mengikuti jejak serupa. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta kreativitas masyarakat yang terus berkembang, peluang lahirnya produk-produk unggulan berbasis pertanian dinilai sangat terbuka lebar.

Baca Juga :  Zodiak Harian Jumat 30 Oktober 2020



“Keripik pisang ini menjadi contoh nyata bahwa produk lokal kita bisa bersaing. Tinggal bagaimana komoditas lain seperti hasil hortikultura, olahan pangan, hingga produk turunannya bisa dikembangkan dengan konsep hilirisasi yang sama,” jelasnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.