Tito Karnavian Petakan Penanganan Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. FOTO: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. FOTO: ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian langsung memetakan penanganan bencana di wilayah Sumatera setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Mendagri menyatakan sejumlah daerah telah menyelesaikan masa tanggap darurat. Beberapa wilayah lainnya masih melanjutkan tanggap darurat hingga 15 hari ke depan. Ia menyampaikan hal tersebut setelah menggelar pertemuan di Kantor Kementerian Dalam Negeri.

 

Pertemuan tersebut melibatkan Menko PMK Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Ketua Satgas Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.

 

Tito menjelaskan bencana berdampak pada 52 kabupaten/kota di tiga provinsi. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait membuka akses jalan, membangun jembatan, menyediakan layanan kesehatan, serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

 

Berdasarkan konsolidasi dan pemantauan lapangan, sebagian besar daerah terdampak menunjukkan kemajuan. Pemerintah daerah kembali menjalankan roda pemerintahan.

 

Petugas memulihkan konektivitas jalan utama. Instansi terkait mengaktifkan layanan kesehatan dan pendidikan. Masyarakat mulai menggerakkan aktivitas ekonomi.

 

Mendagri menegaskan masih ada daerah yang memerlukan perhatian khusus. Di Aceh, pemerintah memulihkan 11 dari 18 kabupaten/kota terdampak.

 

Tujuh daerah lainnya masih memerlukan penanganan lanjutan. Pemerintah juga memberikan perhatian serupa di Sumatera Utara dan Sumatera Barat sesuai tingkat dampak bencana.

 

Mendagri memastikan pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur dasar, khususnya jaringan jalan. Pemerintah menghubungkan hampir seluruh ruas jalan nasional.

 

Kementerian Pekerjaan Umum bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah melanjutkan perbaikan jalan non-nasional secara bertahap.

 

Selain itu, Mendagri menyampaikan pemerintah mempercepat pendataan dan validasi rumah rusak. Pemerintah menyalurkan bantuan agar jumlah pengungsi berkurang.

Baca Juga :  Piala Dunia U-17, Pemain dan Staf dari 24 Negara Masuk ke Indonesia dengan Visa Olahraga

 

Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, Mendagri mengusulkan penambahan personel TNI, Polri, ASN, serta mahasiswa sekolah kedinasan.

 

Pemerintah juga membentuk posko pemulihan di Jakarta dan Banda Aceh. Posko tersebut beroperasi 24 jam sebagai pusat koordinasi dan informasi. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.