Gubernur menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana kualitas hidup masyarakat meningkat secara merata dan berkeadilan.
“Pendidikan tidak dapat dipandang sebagai beban anggaran, melainkan sebagai investasi strategis dalam membangun generasi emas Kalimantan Timur di masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rudy Mas’ud turut menyinggung sejumlah proyek infrastruktur strategis yang terus dikebut, antara lain pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang, konektivitas Kutai Timur–Berau, serta rencana akses Sotek–Bongan yang akan menghubungkan langsung ke kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menyebut infrastruktur sebagai fondasi penting untuk membuka keterisolasian wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain pelaksanaan upacara, Pemprov Kaltim juga menyerahkan Arindama kepada pemerintah kabupaten dan kota sebagai simbol penguatan sinergi pembangunan.
Penghargaan juga diberikan kepada camat berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Mengakhiri amanatnya, Gubernur menyampaikan optimisme menghadapi tantangan pembangunan ke depan yang kian kompleks, dengan menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan kerja sama yang kuat, kami optimistis Kalimantan Timur mampu melangkah lebih jauh menuju terwujudnya generasi emas yang menjadi cita-cita bersama,” tutup Rudy Mas’ud.
Rangkaian upacara ditutup dengan doa dan pantun yang merefleksikan harapan agar Kalimantan Timur senantiasa dilimpahi kemakmuran, persatuan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bumi Etam.





