BorneoFlash.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan keberlanjutan program Internet Desa Gratis pada tahun 2026.
Namun, seiring adanya penyesuaian anggaran, pelaksanaan program tersebut akan dilakukan secara lebih terarah dengan memprioritaskan desa-desa yang hingga kini belum memiliki akses internet sama sekali.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan pemanfaatan anggaran berjalan efektif dan tepat sasaran, mengingat kebutuhan pembiayaan program masih cukup besar.
Dari kebutuhan ideal mencapai belasan miliar rupiah, alokasi yang tersedia pada tahun depan belum mampu mengakomodasi seluruh desa di Kalimantan Timur secara bersamaan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran untuk menjangkau seluruh desa berada pada kisaran Rp16 miliar hingga Rp20 miliar.
Sementara itu, pada tahun anggaran 2026, Diskominfo Kaltim hanya mendapatkan pagu sekitar Rp8 miliar sehingga perlu dilakukan penyesuaian kebijakan pelaksanaan program.
“Berdasarkan arahan Gubernur Kalimantan Timur, program internet desa tetap dilanjutkan dengan prioritas utama pada desa-desa yang belum memiliki akses internet sama sekali. Adapun wilayah yang berada di sekitar perkotaan dan telah memiliki jaringan yang relatif stabil akan ditunda sementara,” ujar Faisal, pada Kamis (8/1/2026).
Pada tahun ini, pelaksanaan program akan difokuskan ke wilayah pedalaman dan daerah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan konektivitas. Beberapa daerah yang menjadi sasaran utama di antaranya Kutai Timur, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, serta Kabupaten Paser.






