“Kita ingin masyarakat datang dan berbelanja dengan tenang,” katanya.
Saat ini, skema pengelolaan yang berjalan masih bersifat sementara. Pemerintah daerah masih berada pada tahap penyempurnaan sebelum sistem permanen diterapkan secara penuh.
“Sekarang ini masih tahap finalisasi. Yang berjalan sekarang sementara untuk menutup kekosongan,” ujar Aulia.
Ke depan, Pemkab Kukar membuka peluang penerapan sistem parkir berbasis teknologi, termasuk penggunaan palang pintu otomatis. Namun, teknis pelaksanaannya akan ditentukan setelah kajian menyeluruh dilakukan.

“Harapannya nanti bisa pakai palang pintu otomatis, tapi teknisnya masih akan kita atur,” tutupnya.
Dengan penataan bertahap tersebut, Tangga Arung Square diharapkan berkembang tidak hanya sebagai pusat ekonomi baru di Kukar, tetapi juga sebagai ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.








