BorneoFlash.com, SAMARINDA — Memasuki awal tahun 2026, kondisi cuaca di Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan intensitas hujan yang semakin meningkat disertai langit mendung berkepanjangan.
Hujan lebat yang terjadi hampir setiap hari serta munculnya genangan dan banjir di sejumlah wilayah memicu kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat kesiapsiagaan melalui penataan ulang logistik dan peralatan penanggulangan bencana.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan darurat siap digunakan sewaktu-waktu.
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Budi Purnomo, menyampaikan bahwa kesiapan logistik menjadi faktor utama agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan efektif.
Oleh karena itu, BPBD melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh peralatan darurat yang tersebar di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
“Kami memastikan seluruh perlengkapan darurat tercatat dengan baik dan berada dalam kondisi siap pakai, sehingga dapat segera dimanfaatkan apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Buyung Budi Purnomo, pada Rabu (7/1/2026).
Pendataan tersebut mencakup perahu karet, tenda pengungsian, serta berbagai sarana pendukung evakuasi lainnya. Selain jumlah, kondisi fisik setiap peralatan juga diperiksa guna memastikan fungsinya tetap optimal saat dibutuhkan.







