Ia menambahkan, Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman juga telah menyampaikan potensi penerapan parkir elektronik di sejumlah lokasi publik, seperti Stadion Batakan, BSCC/Dome, serta kawasan lain yang kerap digunakan untuk kegiatan umum.
“Selain untuk penertiban, tujuan utamanya adalah agar PAD Kota Balikpapan bisa bertambah,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemkot Balikpapan telah memiliki mesin parkir elektronik yang sempat diterapkan di beberapa titik, seperti kawasan Gunung Sari depan Rumah Sakit Restu Ibu.
Ke depan, mesin-mesin tersebut diharapkan dapat diaktifkan kembali dan disinergikan dengan sistem parkir elektronik yang saat ini dikembangkan bersama Bank Indonesia.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh komitmen, integritas, dan kesiapan sumber daya manusia, baik di internal pemerintah maupun para petugas parkir di lapangan.
“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh pihak terkait untuk melakukan sosialisasi secara masif, memastikan sistem berjalan dengan baik dan mudah digunakan, serta memberikan pelayanan yang ramah, tertib, dan profesional,” imbuhnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui program CSR, untuk membantu perluasan penerapan parkir elektronik di wilayah lainnya.
“Saya yakin, dengan kolaborasi dan semangat bersama, elektronifikasi parkir ini akan menjadi contoh nyata transformasi digital pelayanan publik di Kota Balikpapan, sekaligus mendukung visi Balikpapan sebagai kota yang modern, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Agus.






