“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksploitasi dengan melakukan pengeboran sumur-sumur baru guna menambah cadangan, meningkatkan recovery, menahan laju penurunan produksi, dan mempertahankan tingkat produksi lapangan-lapangan migas yang sudah mature di wilayah Kalimantan,” ujar Setyo.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa eksplorasi merupakan faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan energi. “Dengan temuan pengeboran MDP-1X, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau Reserve to Production (RtoP) PT Pertamina Hulu Indonesia,” ujarnya.
Secara teknis, sumur MDP-1X berhasil dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus lapisan Formasi Yakin. Meskipun target utama Formasi Yakin hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi (high pressure), PHM berhasil mengidentifikasi potensi sumber daya yang menjanjikan pada formasi yang lebih dangkal, yaitu Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).
Berdasarkan hasil uji alir (drill stem test) pada zona Sepinggan Carbonate Sequence (SCS)—yang merupakan hasil evaluasi lanjutan dari temuan sumur Manpatu-1X (MPT-1X) pada tahun 2022—terkonfirmasi bahwa reservoir karbonat dan batu pasir di zona tersebut memiliki kemampuan produksi yang baik.
Dengan interval uji alir sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Keberhasilan dalam penemuan cadangan baru ini, menegaskan bahwa blok migas yang telah memasuki fase matang masih memiliki potensi signifikan apabila dikelola melalui penerapan inovasi, teknologi, dan strategi eksplorasi yang tepat.
PHM meyakini bahwa keberlanjutan investasi hulu migas, baik pada kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi, akan memberikan manfaat berganda bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung pembangunan energi nasional di masa depan. (*)






