PTMB Perkuat Ketahanan Air Balikpapan, Pilih Kehati-hatian demi Layanan Berkelanjutan

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Direktur Utama PTMB Balikpapan, Yudhi Saharuddin. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Di tengah meningkatnya kebutuhan air bersih seiring pertumbuhan kota, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengambil langkah strategis dengan menempatkan ketahanan pasokan air sebagai prioritas utama. 

 

Sepanjang 2025, perusahaan daerah ini mencatat produksi air bersih yang semakin stabil, sekaligus menegaskan komitmen untuk tidak terburu-buru membuka sambungan baru tanpa kesiapan sistem yang matang.

 

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menilai keberhasilan peningkatan produksi air tidak hanya diukur dari volume, tetapi dari kemampuan menjaga keberlanjutan layanan bagi pelanggan yang sudah ada.

 

“Kami tidak ingin mengejar angka sambungan baru, tetapi mengorbankan stabilitas layanan. Prinsip kami sederhana: air harus benar-benar aman dan cukup, baru distribusi diperluas,” ujar Yudhi, pada Jumat (2/1/2026).

 

Ia menjelaskan, stabilnya pasokan air sepanjang 2025 merupakan hasil dari kerja senyap namun konsisten, mulai dari optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA), perubahan pola operasi, hingga peningkatan kapasitas di sejumlah IPA yang sebelumnya hampir mencapai batas maksimal.

 

Di saat yang sama, PTMB juga memandang penting penguatan sumber air baku sebagai fondasi jangka panjang. Untuk itu, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus dilakukan, termasuk rencana penambahan sumur baru guna mengantisipasi kebutuhan air di masa depan.

 

Namun, di balik capaian tersebut, PTMB memilih jalur kehati-hatian dalam melayani permintaan sambungan baru. Saat ini, sekitar 7.000 calon pelanggan masih tercatat dalam daftar tunggu. 

 

Bagi Yudhi, angka tersebut bukan sekadar data administratif, melainkan tanggung jawab yang harus dipenuhi tanpa mengorbankan keadilan distribusi.

 

“Kami tidak ingin ada pelanggan lama yang terganggu karena pembukaan sambungan baru yang terlalu cepat. Pelayanan harus adil dan merata,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Bangun Gerbang Batas Kota di KM 24 Sesuai Visi Misi Wali Kota Balikpapan 

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, PTMB memfokuskan upaya pada penguatan infrastruktur jaringan, dimulai dari pipa transmisi dan pipa induk distribusi. 

 

Setelah jaringan utama dinilai kokoh, perbaikan akan berlanjut hingga jaringan sekunder dan sambungan rumah, sehingga risiko kebocoran dan gangguan layanan dapat ditekan.

 

PTMB menargetkan seluruh daftar tunggu sambungan baru dapat diselesaikan pada 2026, kecuali di wilayah yang memang belum memiliki jaringan pipa induk.

 

Di kawasan tersebut, perusahaan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta Dinas PUPR untuk percepatan pembangunan infrastruktur.

 

Yudhi menegaskan, air bersih bukan hanya soal pelayanan teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab sosial dan keberlanjutan kota.

 

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Tugas kami memastikan setiap tetes air dikelola dengan bijak, adil, dan berkelanjutan, demi Balikpapan hari ini dan masa depan,” tutupnya. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.