“Konsep Madinatul Iman bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral bersama agar Balikpapan tumbuh sebagai kota modern yang tetap menjunjung tinggi nilai keimanan, toleransi, dan akhlakul karimah,” tegasnya.
Menuju cita-cita sebagai kota global, Agus menekankan pentingnya etos kerja, profesionalisme, dan inovasi yang diiringi iman yang kokoh serta usaha yang jujur.
Ia mengajak seluruh masyarakat Balikpapan untuk memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama, serta mendukung pembangunan kota dengan semangat gotong royong.
Pemkot Balikpapan, lanjut Agus, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan karakter masyarakat Balikpapan yang dikenal santun dan terbuka.

“Di usia ke-129 tahun ini, mari kita jadikan momentum Isra Mi’raj sebagai refleksi dan energi baru, agar Balikpapan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial,” tutupnya.
Ia berharap, melalui keberkahan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan doa bersama seluruh masyarakat, Kota Balikpapan senantiasa diberi perlindungan, kemajuan, dan kesejahteraan, serta mampu mewujudkan cita-cita sebagai kota global dalam bingkai Madinatul Iman.








