“Program CKG disusun agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius,” ujar Jaya, pada Jumat (2/1/2026).
Selain menunggu kunjungan masyarakat ke fasilitas layanan kesehatan, pelaksanaan CKG juga menerapkan pola jemput bola, khususnya bagi anak usia sekolah. Pemeriksaan dilakukan langsung di lingkungan pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.
“Kelompok usia sekolah menjadi perhatian karena berada dalam fase pertumbuhan yang memerlukan pemantauan kesehatan secara berkala. Seluruh pelaksanaan tetap mengacu pada standar pelayanan kesehatan yang berlaku,” jelasnya.
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan tanpa biaya, tetapi juga mendapatkan edukasi kesehatan yang mendorong penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah daerah berharap pendekatan preventif ini dapat menekan prevalensi penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim.
Jaya turut mengimbau masyarakat untuk terus memanfaatkan layanan CKG yang tersedia di puskesmas terdekat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
“Deteksi dini merupakan kunci utama. Dengan pemeriksaan sejak awal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penyakit dapat diminimalkan,” pungkasnya.






