Imbauan Larangan Pengaruhi Minat Beli, Penjualan Kembang Api di Samarinda Menurun

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Aktivitas pedagang kembang api di Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Aktivitas pedagang kembang api di Samarinda. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Meski demikian, Syamsudin tetap berharap lonjakan pembeli dapat terjadi pada malam tahun baru.

 

Berdasarkan pengalamannya selama bertahun-tahun berjualan, pembelian kembang api kerap memuncak tepat menjelang detik-detik pergantian tahun.

 

Ia juga menekankan bahwa penggunaan kembang api sejatinya aman apabila dilakukan dengan pengawasan orang dewasa, khususnya untuk produk berukuran kecil.

 

Menurutnya, risiko justru lebih besar pada kembang api berukuran besar yang membutuhkan penanganan khusus.

 

“Untuk kembang api berukuran kecil sebenarnya relatif aman jika digunakan dengan pengawasan. Yang berukuran besar memang harus dikendalikan secara ketat,” jelasnya.

 

Selain kembang api, Syamsudin juga menyediakan terompet dengan kisaran harga Rp15 ribu hingga Rp25 ribu. Ia menyebutkan bahwa minat pembeli justru lebih banyak tertuju pada terompet, terutama dari kalangan anak-anak.

 

Di sisi lain, menurunnya penjualan kembang api sejalan dengan kebijakan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tidak mengeluarkan izin pelaksanaan pesta kembang api pada malam tahun baru

 

Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Ke depan, Syamsudin berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kebijakan yang lebih proporsional, khususnya terkait peredaran kembang api berukuran kecil dengan pengawasan yang ketat.

 

“Apabila memungkinkan, kembang api kecil sebaiknya tetap diperbolehkan dengan pengawasan. Untuk yang berukuran besar, saya sendiri juga tidak memperjualbelikannya kepada anak-anak,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.