Namun, ia juga menyoroti polisi tidur yang belum diberi tanda sehingga kerap mengejutkan pengendara, terutama yang melaju cukup kencang.
“Saya sempat mengecat polisi tidur itu karena awalnya polos, supaya pengendara tahu kalau ada polisi tidur,” ungkap Wakil Ketua Komisi III DPRD Balikpapan.
Meski begitu, Sahripriansyah tetap mengapresiasi langkah Halili Adinegara yang telah menginisiasi pelebaran dan pengaspalan jalan Wonorejo.
Hal senada disampaikan Lastri, warga RT 32 Gunung Samarinda yang sering melintas di kawasan Wonorejo. Ia merasakan perbedaan signifikan kondisi jalan saat ini dibandingkan sebelumnya.
“Sekarang jalannya jauh lebih bagus, lebar di kiri dan kanan, dan terlihat bersih. Dulu sering macet karena mobil berlawanan arah sama-sama lewat dan tidak ada yang mengalah. Sekarang bisa dilewati bersamaan,” tuturnya.
Lastri pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada wilayah Wonorejo. Pasalnya, jalan ini tidak hanya dinikmati oleh warga wonorejo saja melainkan seluruh warga balikpapan yang melintas di wilayah tersebut.

“Bagus sekarang jalannya. Lebar dan semenisasi semua. Alhamdulillah Pak Halili sangat peduli dengan wilayah Wonorejo,” tutupnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Halili Adinegara, warga wonorejo Kelurahan Gunung Samarinda, mengucapkan terima kasih yang dituangkan dalam baliho dan diletakkan di sepanjang jalan wonorejo.
Adapun baliho tersebut bertuliskan “Kami Warga Wonorejo terima kasih kepada Halili Adinegara yang telah memperjuangkan fasilitas infrastruktur jalan di lingkungan warga wonorejo kelurahan gunung samarinda”.







