Selain perluasan layanan, PTMB juga berkomitmen menekan tingkat Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air. Dari angka 29 persen saat ini, PTMB menargetkan penurunan menjadi 27 persen pada tahun 2026.
“Menurunkan NRW bukan pekerjaan mudah jika dilakukan sendiri. Namun dengan kerja bersama, baik seluruh karyawan PTMB maupun para pemangku kepentingan, target itu lebih realistis untuk dicapai,” jelasnya.
Yudi menekankan bahwa kemajuan PTMB tidak terlepas dari dukungan lintas sektor, mulai dari Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, perbankan, hingga pengawasan dari Dewan Pengawas dan Pemerintah Kota Balikpapan.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci agar PTMB terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Yudi menegaskan bahwa fokus utama PTMB adalah menghadirkan layanan air bersih yang andal dan berkelanjutan bagi warga Balikpapan.
“Kami harus fokus memberikan layanan terbaik untuk masyarakat, dengan orientasi pada hasil nyata dari setiap pekerjaan yang kami lakukan,” pungkasnya. (*)





