BorneoFlash.com, KUKAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar) menilai penataan parkir di Pasar Tangga Arung Square berkaitan langsung dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindag Kukar, Sayid Fathullah, mengatakan pengalihan parkir kendaraan ke dalam area pasar menjadi langkah penting agar potensi retribusi dapat tergarap maksimal. Parkir di luar kawasan pasar dinilai berpotensi membuat pendapatan daerah tidak optimal.
“Kalau parkir di luar, selain mengganggu lalu lintas, potensi retribusi tidak masuk. Karena itu kami arahkan parkir ke dalam area pasar,” ujar Sayid.
Ia menegaskan kapasitas parkir Pasar Tangga Arung Square sangat memadai, dengan dua area parkir yang tersedia di lantai satu dan dua.
Dengan fasilitas tersebut, parkir di badan jalan dinilai tidak memiliki alasan pembenaran.
Upaya penataan ini mulai berdampak pada pendapatan daerah. Pada 2025, target retribusi pasar yang awalnya ditetapkan sebesar Rp800 juta justru terlampaui hingga dua kali lipat.
“Per Desember 2025, realisasi retribusi pasar mencapai Rp1,6 miliar. Ini capaian yang sangat positif,” katanya.
Disperindag Kukar optimistis, dengan pengelolaan Pasar Tangga Arung Square yang lebih tertib, termasuk pengaturan parkir, PAD dari sektor pasar masih berpeluang terus meningkat ke depan.
“Kami optimis target ke depan bisa menembus Rp2 miliar lebih,” pungkasnya.







