BI Balikpapan Siapkan Rp1,77 Triliun Uang Tunai Hadapi Nataru 2025–2026

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Penukaran uang rupiah layak edar bagi masyarakat, menjelang HBKN Nataru 2025–2026. Foto: BorneoFlash/Ist
Penukaran uang rupiah layak edar bagi masyarakat, menjelang HBKN Nataru 2025–2026. Foto: BorneoFlash/Ist

Program ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Desember 2025 melalui layanan kas keliling di Gereja Santa Theresia dan Gereja Pantekosta Balikpapan. “Kami menyiapkan modal kerja sebesar Rp 1 miliar untuk melayani sekitar 200 jemaat gereja,” jelas Robi.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Balikpapan, jajaran perbankan, serta pimpinan gereja dan pendeta. 

 

Ketua FKUB dan pimpinan gereja menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas layanan penukaran uang yang dinilai sangat membantu jemaat dalam menyambut perayaan Natal.

 

Program SERUNAI selanjutnya dijadwalkan kembali digelar pada 21 Desember 2025 di Gereja Bethany “Favor of God” dan Gereja Katolik Santa Martinus LANUD Balikpapan. Selain itu, BI Balikpapan juga memastikan kesiapan kas titipan di Kabupaten Paser guna memenuhi kebutuhan uang kartal masyarakat selama periode Nataru.

 

Sementara itu, Robi mengungkapkan bahwa aliran uang keluar (outflow) dari kas KPwBI Balikpapan sepanjang 2025 diperkirakan sebesar Rp7,92 triliun, turun 14 persen secara tahunan dibandingkan 2024. Adapun aliran uang masuk (inflow) diperkirakan mencapai Rp3,5 triliun atau turun 18 persen dibanding tahun sebelumnya.

 

“Penurunan ini dipengaruhi oleh meningkatnya transaksi non tunai di masyarakat, khususnya melalui penggunaan QRIS,” katanya.

Penukaran uang rupiah layak edar bagi masyarakat, menjelang HBKN Nataru 2025–2026. Foto: BorneoFlash/Ist
Penukaran uang rupiah layak edar bagi masyarakat, menjelang HBKN Nataru 2025–2026. Foto: BorneoFlash/Ist

Meski demikian, kebutuhan uang kartal dipastikan tetap meningkat pada periode HBKN seperti Lebaran dan Nataru, seiring menguatnya konsumsi rumah tangga. Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama perbankan terus mengintensifkan edukasi dan kampanye transaksi non tunai serta program CBP (Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah).

 

“Melalui edukasi, publikasi, dan edutainment yang berkelanjutan, kami mendorong masyarakat untuk mengenal, menggunakan, dan membelanjakan rupiah secara bijak,” pungkas Robi. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.