Bagus menambahkan, bela negara tidak hanya menjadi kewajiban kelompok tertentu atau generasi muda saja, melainkan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, pemuda, hingga orang tua.
Nilai gotong royong dan kepedulian sosial, khususnya terhadap masyarakat kurang mampu dan korban bencana, harus terus dipelihara.
“Jika kita mampu merasakan dan membantu kesulitan masyarakat secara bersama-sama, maka bangsa ini akan menjadi besar karena persatuan dan kekompakan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga menyinggung tagline Kota Balikpapan, “Membangun, Menjaga, Ku Bela”, sebagai wujud komitmen pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah.
“Menjaga Balikpapan agar tetap aman dan tertib adalah bagian dari bela negara. Kita tunjukkan dengan gotong royong, menjaga lingkungan, serta melaporkan hal-hal yang tidak positif. Dengan begitu, kota ini tetap kondusif dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Balikpapan juga menyampaikan Amanat Presiden RI Prabowo Subianto pada Peringatan Hari Bela Negara ke-77 saat upacara tersebut.
Presiden mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan hadir dalam bentuk perang siber, radikalisme, disrupsi teknologi, hingga bencana alam yang semakin sering terjadi. Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh bangsa.






