Ia berharap ilmu yang diberikan guru dapat menjadi amal jariyah dan membawa masa depan yang lebih baik bagi para siswa. “Moto kami adalah tiada hari tanpa prestasi. Hari ini kita akumulasikan dalam sikap, karakter, dan semangat juang anak-anak SMKN 2 Balikpapan,” katanya.
Sementara itu, Pengawas Pembina SMK Kota Balikpapan yang mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Dra. Hj. Suharlena, M.M, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, unjuk karya ini menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan vokasi di SMKN 2 Balikpapan. “Ini adalah hasil akhir dari proses pembelajaran anak-anak. SMKN 2 Balikpapan sebagai SMK Pusat Unggulan telah menjalankan program kreativitas dan kewirausahaan dengan sangat baik,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan kinerja guru dan mitra industri dalam membimbing siswa dengan sabar hingga mampu menghasilkan karya yang bernilai jual.
Selain itu, orang tua juga dapat melihat langsung hasil belajar anak-anak mereka. “SMK bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan produk. Inilah esensi pendidikan vokasi,” tegasnya.
Unjuk karya ini juga dirangkai dengan pembagian rapor, sehingga orang tua dapat menyaksikan langsung perkembangan dan hasil pembelajaran siswa.
Suharlena berharap kegiatan serupa dapat terus berkelanjutan dan ditingkatkan, agar produk Teaching Factory tidak berhenti pada pameran semata, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Meskipun ke depan ada efisiensi anggaran, pemerintah tetap berkomitmen mendukung pendidikan vokasi. SMKN 2 Balikpapan adalah sekolah unggulan di Kalimantan Timur yang patut terus didorong,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Balikpapan menegaskan perannya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berjiwa wirausaha. (*)







