Untuk menjaga keandalan sistem, PLN UID Kaltimra menyiagakan 1.108 personel, terdiri dari pegawai teknik, tenaga alih daya, dan mitra kerja. Personel didukung peralatan lengkap, mulai dari genset, Uninterruptible Power Supply (UPS), gardu bergerak, hingga kendaraan operasional.
“Kami menyiapkan 133 mobil dan 71 sepeda motor operasional, serta material cadang yang tersebar di seluruh wilayah kerja,” ungkapnya.
PLN juga menyiagakan 95 posko siaga, termasuk pengamanan di lokasi prioritas dan VIP seperti gereja, kantor pemerintahan, fasilitas keamanan, serta pusat perayaan Natal dan Tahun Baru. Sebanyak 172 lokasi VIP dan VVIP dipantau secara khusus.
Selain itu, PLN memastikan dukungan bagi pengguna kendaraan listrik dengan menyiapkan 72 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 58 lokasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, termasuk wilayah kepulauan seperti Tarakan.
“Kami pastikan seluruh SPKLU berfungsi optimal agar mobilitas masyarakat selama libur Nataru tetap lancar,” ujar Chaliq.
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem, PLN juga melakukan pemantauan intensif dan mitigasi bencana. Sebanyak 40 titik rawan banjir dan longsor telah dipetakan, dengan tim siaga yang siap diterjunkan apabila terjadi gangguan akibat bencana alam.
“Kami belajar dari kejadian banjir di tahun-tahun sebelumnya. Seluruh potensi risiko sudah kami antisipasi sejak dini,” tegasnya.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PLN optimistis pelayanan kelistrikan selama Natal dan Tahun Baru 2025–2026 dapat berjalan aman, andal, dan tanpa gangguan berarti.
“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan nyaman. PLN berkomitmen menjaga listrik tetap menyala untuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” pungkas Chaliq. (*)





