Kontribusi Nyata Cegah Stunting, PHKT Diganjari Penghargaan Pemprov Kaltim

oleh -
Editor: Ardiansyah
Kepala Otorita IKN, Mochamad Basuki Hadimuljono saat memberikan piagam penghargaan kepada Head of Communication, Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah. Foto: HO/PHKT
Kepala Otorita IKN, Mochamad Basuki Hadimuljono saat memberikan piagam penghargaan kepada Head of Communication, Relations & CID PHKT, Elis Fauziyah. Foto: HO/PHKT
banner 300×250

Hal senada juga disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) PPU.

 

Sebagian wilayah IKN masuk dalam wilayah Kabupaten PPU. Kepala Otorita IKN, Mochamad Basuki Hadimuljono, memberikan penekanan penting bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan paling lambat sebelum IKN menjadi ibu kota politik pada tahun 2028. 

 

“Stunting wajib kita turunkan sebelum 2028. Saya sangat mengapresiasi seluruh Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang telah mendukung program ini. Tahun depan, Otorita IKN akan menghadirkan program yang lebih masif untuk mempercepat penurunan stunting di wilayah IKN,” tegas Basuki saat menghadiri acara pemberian penghargaan tersebut.

 

Angka stunting di Kalimantan Timur masih berada di kisaran 22 persen pada 2024. Khusus untuk Kecamatan Sepaku, yang merupakan pusat pembangunan IKN, mencatatkan angka sekitar 10,6 persen atau 269 balita. Data ini menunjukkan perlunya upaya yang lebih kuat agar anak-anak di wilayah IKN dapat tumbuh menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Elis menambahkan bahwa penghargaan yang diterima menjadi dorongan bagi PHKT untuk terus memperkuat program-program pelibatan dan pengembangan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. 

 

”Selama ini, PHKT menjalankan berbagai program CSR di bidang kesehatan yang mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting, melalui pemberian akses pelayanan kesehatan, perawatan kesehatan ibu hamil, dan pemberian makanan bergizi pada anak-anak,” ujarnya.

PHKT dinilai memberikan kontribusi efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. Foto: HO/PHKT
PHKT dinilai memberikan kontribusi efektif dalam mempercepat penurunan stunting di Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. Foto: HO/PHKT

Melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis komunitas, PHKT percaya bahwa upaya menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan bebas stunting di Kalimantan Timur dan kawasan IKN akan berhasil. 

 

“Kontribusi kami di isu stunting merupakan komitmen Perusahaan untuk mendukung tumbuh kembang generasi di wilayah operasi hulu migas. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, mitra masyarakat, dan dunia industri adalah kunci percepatan penurunan stunting dan keberlanjutan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tegas Elis. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.