Dukungan juga disampaikan Sekretaris Asosiasi Tutor Kesetaraan Kota Balikpapan, Pandu Dharma Wicaksono. Ia menilai kehadiran Yayasan Pendidikan Rumah Cahaya dan ruang belajar di rutan sebagai langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan kesetaraan.
“Pendidikan tidak boleh terhenti hanya karena keterbatasan ruang dan status. Ruang belajar di rutan adalah wujud nyata keadilan pendidikan dan pembelajaran sepanjang hayat,” ungkap Pandu.
Ia menambahkan, ruang belajar tersebut menjadi fondasi awal sebelum pengembangan layanan pendidikan kesetaraan yang lebih luas di masa mendatang. “Yang terpenting adalah membangun ekosistem belajar yang aman, manusiawi, dan bermakna. Dari ruang seperti inilah perubahan dimulai,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Padlia Parakasi menegaskan bahwa penyediaan ruang belajar merupakan langkah awal yang krusial dalam penguatan pendidikan nonformal.
“Ini adalah praktik baik yang patut diapresiasi. Kami berharap ruang belajar ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses pembinaan dan pengembangan diri warga binaan,” ujarnya.
Peresmian Yayasan Pendidikan Rumah Cahaya dan ruang belajar ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan di lingkungan Rutan Kelas IIA Balikpapan. (*)






