Dari sisi ancaman organisme pengganggu tanaman, ia menilai belum ada indikasi peningkatan yang signifikan.
Hal tersebut lantaran sebagian besar tanaman masih berada pada fase awal pertumbuhan.
Dengan pola tanam yang dipercepat, masa panen diproyeksikan dapat berlangsung pada Januari hingga Februari mendatang.
Selain penyesuaian kalender tanam, DPTPH Kaltim juga fokus pada perbaikan infrastruktur pendukung pertanian.
Sejumlah saluran air dan jaringan irigasi diperbaiki sebagai langkah pencegahan terhadap genangan yang berpotensi merusak tanaman.
“Menjelang Desember kami telah melakukan perbaikan saluran, rehabilitasi irigasi, serta optimasi lahan untuk mendukung ketahanan tanaman,” jelasnya.
Ia optimistis dampak cuaca ekstrem di Kalimantan Timur tidak akan separah daerah lain.
Berdasarkan data BMKG, tingkat kerawanan cuaca ekstrem di wilayah ini masih berada pada kategori sedang dibandingkan sejumlah daerah yang sudah masuk kategori tinggi.
“Kalimantan Timur masih berada pada tingkat kerawanan sedang, sementara beberapa wilayah lain sudah tergolong tinggi,” tutup Yana.






