Balikpapan Prioritaskan Penguatan Integritas Sekolah, Bukan Penindakan dalam Gerakan Antikorupsi 2025

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
banner 300×250

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi justru dimulai dari penguatan karakter dan tata kelola di lingkungan pendidikan. 

 

Hal ini disampaikan Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina, yang menekankan bahwa dua dari tiga pilar Tri Sula Antikorupsi yakni pendidikan dan pencegahan menjadi prioritas utama daerah.

 

Silvia menjelaskan, fokus Balikpapan tahun 2025 diarahkan pada pembangunan sekolah-sekolah berintegritas.

 

Sebanyak 24 sekolah ditetapkan sebagai sekolah rintisan berintegritas, yang akan mendapat pendampingan dan evaluasi selama setahun sebelum resmi menyandang status sekolah berintegritas penuh.

 

“Sekolah berintegritas ini tidak hanya soal perilaku, tetapi tata kelola lengkap dari manajemen hingga pembelajaran. Ini menjadi fondasi menuju generasi emas 2045,” tegasnya baru-baru ini.

 

Sebagai upaya konkret, Pemkot Balikpapan meluncurkan modul khusus pendidikan antikorupsi yang akan menjadi bagian dari kurikulum muatan lokal. Modul ini menjadi panduan bagi sekolah dalam mengenalkan sembilan nilai integritas kepada peserta didik.

 

Untuk jenjang SD kelas 1 hingga 3, misalnya, modul menekankan nilai dasar seperti kejujuran dan kedisiplinan.“Modul ini menjadi guidance di sekolah sebagai ujung tombak pendidikan antikorupsi sejak dini, sesuai amanah KPK,” ujar Silvia.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.