Rahmad juga menyampaikan bahwa perekonomian Balikpapan berada di atas rata-rata nasional, sementara tingkat pengangguran dan kemiskinan lebih baik dibanding sepuluh kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
“Mudah-mudahan kondisi ini bisa kita pertahankan untuk mewujudkan Balikpapan sebagai Kota Global yang nyaman untuk semua, dalam bingkai madinatul iman,” tuturnya.
Dari 27 nominator yang dikurasi dari berbagai sektor, tujuh terpilih menerima Balikpapan Creative Awards 2025, yaitu Seni Pertunjukan: Karisma Habibah (Balikpapan Kota); Kuliner: Nur Lisda (Balikpapan Utara); Seni Kriya: Mohamad Alfi (Balikpapan Selatan); Taman Baca Masyarakat: Fransiska (Balikpapan Timur); Fashion: Primas Prianta (Balikpapan Tengah); Musik: Kevin Imanuel Sinabutar (Balikpapan Selatan) dan Televisi: Balikpapan Televisi (Balikpapan Utara).
Plakat dan sertifikat diserahkan langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, didampingi Wakil Ketua Dekranasda Siti Kotijah dan Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Muhaimin.
Ketua Panitia, Yanti, menyampaikan bahwa malam puncak Balikpapan Creative Awards merupakan momen kebanggaan bagi seluruh insan kreatif kota. Ia menegaskan bahwa 27 nominator terpilih adalah hasil proses panjang kurasi dan penilaian yang ketat oleh dewan juri profesional.
“Terpilihnya nominator membuktikan bahwa karya mereka memiliki dampak dan kontribusi nyata bagi perkembangan ekonomi kreatif Balikpapan,” ujarnya.

Atas nama panitia dan seluruh peserta, ia menyampaikan terima kasih kepada dewan penilai dan seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan, dukungan, dan fasilitas.
“Semoga Balikpapan Creative Awards tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga ruang lahirnya kolaborasi, penguatan jejaring pelaku kreatif, dan penggerak tumbuhnya ekosistem kreatif Balikpapan yang berkelanjutan,” tutupnya.







