Pemkot Balikpapan Tekankan Komitmen Antikorupsi saat Peringati Hari Antikorupsi Sedunia 2025

oleh -
Penulis: Niken Sulastri
Editor: Ardiansyah
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Auditorium Balai Kota, pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Auditorium Balai Kota, pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menunjukkan komitmen kuat, dalam membangun budaya integritas melalui rangkaian program edukasi hingga penguatan pengawasan publik. 

 

Salah satu agenda yang paling diapresiasi adalah peluncuran modul pendidikan antikorupsi untuk siswa SD dan SMP, yang disusun guru-guru Balikpapan bekerja sama dengan Inspektorat.

 

Kegiatan peringatan berlangsung sejak dua bulan terakhir dan memuncak dengan penyerahan penghargaan serta pengumuman pemenang lomba Rintisan Sekolah Berintegritas.

 

“Budaya antikorupsi sudah mulai kita tanamkan sejak usia dini. Modul sudah disusun oleh guru-guru dalam komunitas Satu Guru Satu Buku (Sagu Saku), dan ini membanggakan karena artinya ada bacaan dan materi yang bisa diajarkan secara sistematis,” ujar Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo saat memberikan sambutan pada Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025, di Auditorium Balai Kota, pada Senin (8/12/2025).

 

Modul ini disiapkan mulai dari jenjang SD hingga SMP dan menjadi salah satu program unggulan kolaborasi antara Inspektorat dan Dinas Pendidikan.

 

Pemerintah menyebutkan bahwa tujuan utama penyusunan modul bukan sekadar menghafal konsep antikorupsi, tetapi menanamkan karakter dan integritas sejak usia sekolah.

Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Auditorium Balai Kota, pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia 2025 di Auditorium Balai Kota, pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“Kami tidak bisa menjamin hasil akhirnya, tetapi paling tidak kami sudah memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi sedini mungkin. Setelah itu, tinggal bagaimana implementasinya masing-masing anak,” jelasnya.

 

Selain pendidikan antikorupsi, pemerintah juga menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan penggunaan APBD, terutama menjelang tutup anggaran.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.