Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 8 Desember 2025: Korban Bencana di Sumatera Tembus 914 Jiwa, Aceh Didorong Tetapkan Status Bencana Nasional

oleh -
Penulis: Redaksi
Editor: Ardiansyah
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 8 Desember 2025.
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 8 Desember 2025.

BorneoFlash.com, BANDA ACEH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Sabtu (6/12/2025), total korban meninggal dunia tercatat 914 jiwa.

 

“Jumlah korban meninggal secara total mencapai 914 orang. Angka ini bertambah 47 jiwa dibandingkan data kemarin yang masih 867 orang,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Jakarta.

 

BNPB terus mengintensifkan operasi pencarian dan pertolongan untuk meminimalkan jumlah korban hilang. Hingga kini, korban yang masih dinyatakan hilang tercatat 389 orang, menurun dari data sebelumnya sebanyak 521 orang.

 

“Data ini bersifat dinamis. Ada korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, kemudian ditemukan selamat. Kami terus mengoptimalkan upaya pencarian,” jelas Abdul.

 

Dari total 914 korban tewas tersebut, 359 orang berasal dari Aceh, 329 orang dari Sumatera Utara, dan 226 orang dari Sumatera Barat.

 

350 Rumah di Aceh Utara Rata dengan Tanah

Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma, melaporkan bahwa sebanyak 350 rumah warga di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hilang atau rata dengan tanah akibat banjir dan longsor.

 

“Dari sekitar 400 rumah, hanya 41 unit yang masih terlihat bekasnya. Enam warga juga dilaporkan hilang dan belum ditemukan hingga kini,” kata Haji Uma saat meninjau langsung lokasi, Sabtu (6/12).

 

Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga menghadapi krisis listrik, air bersih, kerusakan akses jalan, serta kekurangan tenda pengungsian. Lebih dari 400 kepala keluarga atau sekitar 2.000 jiwa terdampak.

 

“Banyak warga mulai mengalami gatal-gatal karena terpaksa menggunakan air yang tidak layak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Kaltim Tinjau Kesiapan Pengamanan Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Berau  

 

Ia meminta pemerintah pusat segera mengirimkan bantuan mendesak, terutama air bersih, obat-obatan, dan bahan pangan. Bahkan, menurutnya, pemulihan desa bisa memakan waktu hingga 10 tahun.

 

Haji Uma juga mendesak agar bencana di Aceh dan wilayah Sumatera segera ditetapkan sebagai bencana nasional.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.